April 22, 2011

Lanjutan: PENBES Tadi Malam

Pentas tetap berjalan, sampai akhirnya scene 9 dimainkan. Setelah itu, seluruh pemain dan kru naik ke panggung untuk memberikan penghormatan kepada semua penonton. Setelah itu semua pemain saling berpelukan, berjabat tangan, dan memberi selamat&semangat.

Saat itu, hanya 1 yang kucari, 1 penonton yang duduk di bagian depan, yaa, Mr. 17 :)
Sebelumnya, aku menyuruhnya untuk tidak langsung pulang tetapi menghampiriku dulu. Obrolan kecil itu sangat berarti untukku. Selain itu, sahabatku, Ms. E juga datang, menghampiriku ke panggung. AAA TERIMA KASIH SEMUANYA :’)

Penonton mulai pergi satu persatu. Concert hall yang semula penuh, lama kelamaan menjadi lengang. Aku tidak bisa membohongi perasaanku bahwa hatiku amat sangat sedih waktu itu, tapi aku bisa membohongi semua orang… Aku langsung kembali ke belakang panggung, melepaskan Yukata yang kugunakan. Perlahan melepaskan sang Fujiko Motto dari tubuhku. Setelah itu, aku membersihkan make up yang tertanam di wajahku.

Dan Motto-san berlalu begitu saja bersama Kisah Perjuangan Suku Naga…

Aku kembali ke depan panggung, menyapa seorang teman, Mr.D dan Mas B. Lalu Mas B menjabat tanganku, kupasang lagi senyum itu. Setelah itu aku makan bersama Akib, Lia, dan beberapa teman lain. Ah! Aku tidak suka topic pembicaraan itu!

Salah satu dari mereka bilang, tadi sepertinya dia melihat orang tuanya dari kejauhan, dan orang tuanya menangis, tentunya menangis bahagia karna begitu bangganya dengan anaknya.

Selamat ya, aku –harus—turut bahagia mendengarnya :)
Lalu aku pulang… Aku berjalan terburu-buru karna aku tidak ingin seorang pun melihatku pulang, tapi di tangga ada yang berkata 'hati-hati!', tapi aku mengabaikannya.
Maaf :(
Paginya aku terbangun dengan hair spray di rambutku dan eye liner di mataku. Suasana pentas itu masih ada. Hingga sekarangpun perasaan itu masih ada.

Terima kasihku yang sebesar-besarnya untuk:
ALLAH SWT
Jubah Macan
SMA Negeri 3 Yogyakarta
Alm. W. S. Rendra
Tim Sutradara
Tim Produksi
Tim Setting
Bapak Sugeng Prihatin
Kakak-kakak Pembimbing
 Mas Qori, Ghozi, Elis, Tentra (Ambassadors)
Para Macan yang Berkomitmen Kuat
Para Macan yang Kurang Berkomitmen
Para Penonton
Orang Tua
Mr. 17
Ms. E
Teman-teman KPZ
Dan lainnya yang tidak bisa kusebutkan satu persatu...

April 17, 2011

PENBES Tadi Malam

Sabtu pagi, 16 April kemarin, aku dapet sms dari Mas Ardi disuruh kumpul di TBY (Taman Budaya Yogyakarta) jam 10 AM ONTIME! Tapi mungkin Motto-san terlalu bersemangat, jadinya dia mengajakku untuk kumpul lebih pagi. Pukul 9.30 AM aku udah di TBY. Disana masih sepi, bahkan cuma aku perempuan disana, cuma ada anak-anak setting yang semuanya laki-laki...

Aktivitas baru dimulai pukul 1 PM, anak-anak disuruh briefing. Setelah itu, karena aku dan Motto-san kelaparan, kita makan siang saja dulu. Kebetulan, aku membawa bekal dari rumah. Kita makan di belakang panggung, hanya berdua dan hanya berdua. Setelah itu, ada yang memanggilku, petugas make up menyuruh Motto-san untuk segera di make up untuk nanti malam. Aku dan Motto-san segera pergi ke ruang make up  dan menyerahkan wajah kita ke petugasnya. Diberinya mukaku foundation, bedak, lalu eye liner, eye shadow, blush on, dan yang terakhir gincu. FABULOUS!

Selesai make up, aku berbincang-bincang dengan pemain lain sementara Motto-san mempersiapkan segalanya untuk malam besarnya nanti. Sekitar pukul 4 PM aku mengajak Motto-san untuk fitting pakaian. Dia memakai yukata berwarna biru gelap, dan selembar obi berwarna merah muda. Memakainya susaaaaaaah sekali =.= tetapi setelah dipakai, WOW, Motto-san terlihat sangat cantik! Apalagi dipadukan dengan make up di wajahnya. Tapi dia mengeluhkan alisnya yang seperti sinchan. hihihi. Motto-san, kamu terlihat sangat rupawan kemarin, yakin deh!

Aku sebelumnya --sekitar pukul 2-- telah mengirim sebuah sms ke mamah dengan hapeku yang udah 'lowbat'. Aku tanya mamah apakah aku perlu membelikannya tiket untuk menonton pentas nanti. 1 jam, 2 jam, tidak ada balasan. Hingga akhirnya HP-ku mati...

Pukul 5 PM seluruh tim diajak berkumpul di depan stage untuk preparasi dan doa bersama. Aku benar-benar bisa merasakan Motto-san mulai mengambil alih tubuhku pada saat itu. Semangat di dalam dirinya begitu kuat, hingga aku tenggelam di dalamnya. Membuka mata dari prep, aku bukan diriku sepenuhnya lagi. Motto-san mengambil 75% dari diriku, dan aku membiarkannya, biarkanlah sisa hari ini untuk dia seorang.

Detik-detik teruuuus saja meninggalkan kami. Waktu semakin sedikit untuk memperbaiki diri. Hmm.... tau-tau sudah pukul 6 PM saja. INI H-1 JAM! Tapi aku tidak merasakan kengerian, bahkan ketegangan, dalam diri Motto-san. Ketika aku menyalami pembimbingku, Bapak Sugeng, beliau bahkan mengatakan begini, "ketenanganmu sangat bagus, Cha". Dengar kan Motto-san? Ketenanganmu sangat bagus :)

Penonton sudah mulai memasuki gedung. Aku dan Motto-san hanya bisa menunggu, dan menunggu sang Dalangwati mengumandangkan kalimat-kalimat pertamanya, "Selamat malam, salam budaya, dan selamat berjumpa kembali dengan kami siswa siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta...". Ah! Aku baru menyadari bahwa uangku hilang. Bodoh, kenapa bisa hilang di saat-saat seperti ini??? Tapi Ghozi, seseorang dari Russia *bisa dibilang* menenangkanku, dia bilang, "Ah uwes rasah dipikirke, kan kowe duwe bala akeh". Bener ya Ghoz, yang penting sekarang kita mikirin tentang pentas ini saja dulu :3

Pentas dimulai, scene 1 terus berjalan. Ini 1 menit sebelum aku masuk panggung. Motto-san mulai mengambil 100% dari diriku. Dan masuklah dia ke panggung... THAT WAS A DAMN COOL SHOW! 5 Ambassador keluar bersamaan, menunjukkan performa terbaik mereka. Amerika, Russia, Jerman, China, dan Motto-san dari Jepang.

"duta negeri yang berkembang, tugasnya cari utang.... duta negeri yang berkembang, tugasnya jual baraaaaaang..." DONE!

Tugasku, serta tugas Motto-san sudah selesai. Motto-san mulai mengembalikan lagi diriku pada diriku. Ah, jadi teringat bahwa sedari sore HP-ku mati, lalu aku mencari pinjaman charger ke orang yang katanya anti kemajuan, Abivara. Setelah kunyalakan HP-ku, ada beberapa pesan yang masuk, salah satunya ini:

"yaudah gak usah beli gpp. minta fotonya atau copy cd aja. uangnya buat acha"

Mamah gak nonton aku...
AAA tuh kan jadi speechless, bingung mau ngetik apa lagi. Atau, aku harus menulis dengan air mata yang jatuh ini?

Oiya, Sabtu pagi, sesaat sebelum aku berangkat ke TBY, mamah bilang gini, "yaudah, mamah gak nonton gapapa, nanti minta soft copy-nya aja" batinku, "okay mamah emang gak butuh nonton pentas ini, tapi, aku butuh ditonton mamah. mamah emang gak ngerti ya!"
...
...
...

Popular Posts