My Blogsia

January 29, 2014

Suka-Suka jadi Mahasiswi UI

“Tuiiiit… Tuiiiit…” alarm pagiku bunyi tepat pukul 05.30. Bangunlah aku.

Pagi ini rasanya badan fresh setelah latihan Marching Band semalam hingga pukul 21.00, dan nggak lupa pakai koyok favorit untuk pengantar tidur. Hahaha. Macam simbah-simbah. Entah, UKM yang satu ini sangat makan tenaga dan waktu, tapi akunya ketagihan ^^v

Setelah sholat subuh, ritual pagi pun dilaksanakan. Yak, bingung pilih baju untuk kuliah. Hampir setiap pagi, 10-15 menitku terpakai untuk ngubek-ubek lemari pakaian, pilih baju yang pas. Meskipun akhirnya juga pakai baju itu-ituuuu lagi.

Setelah yakin dengan baju yang kupakai, pukul 06.30 aku turun dari kamar asramaku di gedung F1 lantai 3 menuju gedung sebelah, gedung E1. Turunnya pakai tangga yaa. Seperti biasa, aku menuju kamar Saras (@SarasFauzia) temanku dari Solo. Kami sama-sama di FISIP, tapi Saras ambil departemen Antropologi Sosial.

“Saraaas”, panggilku di depan pintu kamarnya.
“Masuk Chak”, jawabnya seperti biasa.
Seperti biasa pula, Saras sudah dalam keadaan rapi dan sudah mandi. Aku langsung ambil handuk dan alat mandi yang sengaja kutinggal di kamarnya, lalu cuss ke kamar mandi. Iya, hampir setiap hari aku mandi di kamar mandi lantai asrama Saras. Karena apa? Karena kamar mandi di lantai 3 itu airnya susah :’( (tapi kata seorang teman sih udah diperbaiki selama liburan semester ganjil ini, alhamdulillah).

Pukul 07.00 kami siap dan langsung menuju kantin asrama untuk sarapan. Di sana aku menyapa Mory dan Tari (@moryw_ & @bbebestt), dua cewek Padang yang selalu bareng ke sana kemari. Selesai ambil makanan, aku dan Saras ke salah satu meja kantin.
“Heh sipiiiiiit, mau kuliah masih merem aja,” panggil Dika dan Tito (@dikaaldi & -), dua cowok Medan yang selalu ngatain aku sipit -,-

Asrama memang bikin aku kenal banyak orang dari berbagai daerah dan fakultas. Seneng deh.

Selesai sarapan, aku dan Saras langsung cuss ke halte Bis Kuning (Bikun) yang ada tepat di sebelah gerbang asrama. Terlihat banyak anak yang sudah menunggu bikun. Ada beberapa anak Teknik dengan membawa ‘tabung keren’ yang entah isinya apa, anak Mipa yang entah kenapa tampilannya selalu sopan muslimah ahli sorga, anak FIB yang masih pakai nametag a la anak ospek, dan dari fakultas-fakultas lainnya juga.

Setelah menunggu sekitar 3 menit, salah satu bikun yang diparkir di depan asrama pun mulai berjalan.
“Biru apa Merah, Ras?” tanyaku pada Saras.
“Merah, piye?” aku pun meng-iya-kannya.
Bikun dibagi menjadi 2 jalur: Merah dan Biru. Sebenarnya kalau dari asrama ke FISIP lebih enak naik bikun jalur biru, kalau naik yang merah kami harus berjalan sedikit dari stasiun UI ke FISIP. Tapi jalan juga enak sih, seger karena kanan-kiri jalan itu penuh pohon-pohon rindang.

Sesampainya di FISIP, seperti biasa, aku dan Saras pisah menuju kelas masing-masing. Di jalan menuju kelas, aku bertemu Facil (@fahnissa), seorang mahasiswi Kriminologi dan orang Bogor asli hehe. Kebetulan pagi itu kami sekelas, berjalanlah kami ke kelas.

Pukul 10.30 perkuliahan selesai. Aku langsung menuju depan koperasi mahasiswa (Kopma) yang telah ramai dengan anak-anak yang memang setiap hari nongkrong di situ. Anak-anak berbagai departemen di FISIP cukup banyak yang ngumpul di sini. Mulai dari anak ‘ADM’—sebutan untuk anak-anak departemen administrasi--, anak Kriminologi, sampai yang paling banyak, anak Komunikasi pastinya.

Di sana aku menyapa beberapa anak: Tania (@taniannisah) dari Malang, Erlangga (@erlanggasptr15) dari Pontianak, Andri (@ichi_kaze) dari Jambi, Gya (@gkancana) dari Lombok, Peri (@Peri_Qudus) dari Palembang, Sifa (@sipaulll) dari Bekasi, Febi (@febriani_ry) dari Depok, dan banyak anak dari berbagai daerah pastinya. Ini nih senangnya di UI, Sabang hingga Merauke ada semua!

“Aku mau ke perpusat nih, cari bahan PPI” kata Tania. Perpusat UI memang tempat yang pas banget untuk tidu…eh, cari buku maksudnya.
“Oh yawes, aku ikut deh mau tidur haha, males pulang jam segini” kataku yang memang cukup mengantuk setelah matkul MPKT-A. “Pada mau ikut gak nih, ke perpusat?”
“Ayok!” jawab Erlangga semangat.
“Eh makan dulu yuuuk, laper nih,” ajak Sifa.
“Kancil aja yuk, pengen steak, atau Takor” ajak Febi pada kami. Kancil itu Kantin Psikologi, deket banget dari FISIP dan makanannya bervariasi banget. Dari Soto Betawi sampai pasta a la Itali pun ada. Takor itu kantin FISIP, kami anak-anak FISIP tapi jarang makan di sini haha.
“Enggak Fasilkom aja? Lebih enak tempatnya, bersih dan searah perpusat kaan,” Tania menawarkan gaya mbak-mbak sales *damai Tan ^^”

Dengan perdebatan serius antara Kancil, kantin Fasilkom, dan Takor, akhirnya kami tetap pada pilihan pertama yaitu Kancil.
Ribet amat mau makan aja, tapi yaa ini asiknya hehe.

Setelah makan, aku, Tania, dan Erlangga ke perpusat. Febi dan Sifa langsung balik ke FISIP karena lebih ingin ‘nongkrong’ di Miriam Budiarjo Resource Center, perpusnya FISIP, sebut aja MBRC.

Aku, Tania, Erlangga menuju silent room lantai 2 perpusat. Setelah menempati 3 bangku, Tania langsung berjalan ke ruang buku, Erlangga membuka laptop dan WiFi-an, aku? Tidur~



Untungnya di lantai 1 perpusat ada musholla, jadi kami lebih mudah kalau mau sholat.

Pukul 15.30, kami bertiga memutuskan untuk balik. Aku dan Erlangga ke asrama, Tania ke kost-nya di Kober. Setelah menunggu sekitar 10 menit di halte bikun depan Masjid Ukhuwah Islamiyah (UI), akhirnya bikun datang. Tania turun terlebih dahulu di halte stasiun UI. Dari sana dia jalan hingga ke luar kawasan UI, menyeberang jalan utama Depok (Jalan Margonda), lalu masuk ke gang Kober. Aku dan Erlangga melanjutkan perjalanan ke asrama.

Sampai di asrama kami berpisah ke kamar masing-masing.
Dengan pandangan nanar dan penuh rasa malas, aku memandang tangga gedung asramaku dan memutuskan untuk ngerusuhin hidupnya Saras dulu aja. Jalanlah aku ke kamar Saras yang ada di lantai 1 dan ‘ngadem’ di situ. Hahaha. Semangat ya Ras karena temanmu yang satu ini selalu ngetem di kamarmu dulu xD

Setelah istirahat, tidur-tiduran, dan mandi, akhirnya aku balik ke kamarku tercinta di lantai 3 gedung sebelah.
Malam itu aku gunakan untuk belajar Sosiologi bareng Saras di kamarnya karena esok paginya kami ada tes kecil. Sampai sekitar pukul 23.00 kami belajar.
Selesai belajar, aku balik ke kamar lagi. Doakan untuk tes kecil kami besok ya!

-------------------------||||||-------------------------

Itu tadi sedikit gambaran hari-hariku sebagai mahasiswi FISIP UI. Merantau itu asik, jadi mahasiswa juga asik, apalagi mahasiswa UI. *wink*

January 6, 2014

2014: Pasti Menyenangkan

On repeat: Maliq & D'Essentials - Beautiful Life

Heeyyy! Selamat memasuki tahun 2014!

Yang sudah biarlah sudah. Kalau bahasa Jawa-nya, "sing uwis yo uwis".
Tahun 2013 adalah tahun yang luar biasa.
Tahun perubahan. Akhir dari sesuatu, tetapi juga awal dari sesuatu yang lebih besar.

Tahun 2014 sudah mulai kita tapaki.
Siapkan alas kaki yang lebih kuat, bekal yang lebih banyak, ibadah yang lebih giat.
Banyak yang menunggu kita tahun ini!

Tahun 2014 itu..... Piala Dunia!
Oh God, kalau aku di asrama gimana caranya nonton TV T.T
Piala dunia itu waktunya bersenang-senang, dukung tim kebanggaan sepenuh hati.

Tapi selain itu,
tahun 2014 adalah..... Pemilu Presiden!
source: pemilu.com
Oke aku excited banget dengan yang satu ini. Tahun ini adalah kali pertamaku menggunakan hak suara--selain beberapa waktu lalu pemilihan ketua&wakil HMIK.
Entah, antara bersemangat dan deg-degan, takut salah pilih. Karena sampai sekarang pun belum tahu akan pilih yang mana.
Setiap hak suara yang kita gunakan punya tanggung jawab besar, lho. Jika pilihan kita yang nantinya menang, kemudian bisa memimpin dengan baik, itu berarti kita berperan dengan baik. TAPIIIII..... kalau pilihan kita menang tapi tidak memimpin dengan baik, itu berarti kita juga berperan...

NAH, untuk meminimalisir 'kesalahan' yang mungkin terjadi, ayo dari sekarang kita mulai perhatian.
Perhatian dengan para calon presiden & calon wakil presiden yang akan ada di kertas suara.
Jangan sampai hak suara kita yang berharga, yang udah diperjuangkan, yang jadi tanda negeri ini demokratis, terbuang sia-sia.

Golput lah, Cha. Semua sennnnang~
Pikiranku jaman dulu... Jangan laaah. Setidaknya, kalau hak suara kita gunakan, kita berhak mengajukan pendapat kita di kemudian hari.
Bayangkan, ketika pemilu kita golput, tapi setelahnya kita sering sambat tentang kondisi negeri, protes sana sini.
macam gak tahu diri
ups

Okeeey everybody.
Do the best of you.
Do the best for this country.
Do the best in this new year.
I looove yah.

January 5, 2014

Merantaulah

On repeat: Maroon 5 - Must Get Out

Merantaulah, maka kamu akan tahu arti rumah.
Rumah adalah tempat kembali,
dan tempatmu bisa jadi diri sendiri.
Merantaulah, maka kamu akan tahu arti keluarga.
Keluarga adalah mereka yang paling jujur,
tanpa pencitraan dan apa adanya.
They who you can always hang on to.
Merantaulah, maka kamu akan lebih menghargai jarak.
Betapa jarak ada untuk kita tempuh,
dan darinya rindu tercipta.
Merantaulah, karena banyak hal menunggumu di luar sana.
Berdiam di zona aman memang menyamankan,
tapi apa yang kauharap dari berdiam?

Jangan takut merantau. :]

Jakarta - Yogyakarta
picture source

Popular Posts