February 16, 2014

Joko Widodo: Memimpin dengan Hati, Tanpa Kepentingan

Najwa Shihab: Pak Jokowi, satu pertanyaan terakhir, apa kunci kesuksesan bagi seorang Jokowi agar dapat memimpin dengan hati?
Jokowi: Jangan punya kepentingan.

Simpel, tapi dalem, bro...
Pertanyaan tersebut jadi penutup perbincangan Najwa Shihab bersama gubernur Jakarta, Joko Widodo, atau yang biasa disapa Jokowi, malam itu. Perbincangan mereka dibungkus dalam sebuah talkshow berdurasi 60 menit berjudul "Mata Najwa" yang disiarkan di salah satu stasiun TV swasta.

Sepanjang perbincangan, pemirsa disuguhkan oleh kerendahhatian, kesederhanaan, dan tentu kecemerlangan pemikiran seorang Jokowi. Nada bicaranya tidak pernah tinggi, memproyeksikan cerdas pemikirannya tanpa perlu dipamerkan. Joko Widodo menjadi sebuah fenomena dimana seorang pemimpin muda (52 tahun) muncul dari kota kecil Surakarta, membawa niat mulia memimpin warganya dengan hati. Tak pelak pertanyaan tersebut lantas dilontarkan Najwa selaku pembawa acara sebagai pertanyaan penutup.

Jawaban Jokowi pun sederhana, namun penuh makna, "jangan punya kepentingan". Ya, selama ini pun kiranya Jokowi telah melakukan omongannya sendiri. Beliau memimpin Surakarta, kemudian provinsi D.K.I. Jakarta, tanpa memihak satu dua kepentingan. Sebagai wakil rakyat, kepentingan yang diusungnya pun hanya dan selalu satu: Rakyat. Tak heran survey-survey yang ada menyebutkan Jokowi memiliki elektabilitas tertinggi dibanding kandidat calon presiden lainnya dari berbagai partai. Bahkan ketika Beliau sendiri tidak, atau mungkin belum, mencanangkan sebagai salah satu kandidat calon presiden Indonesia periode 2014-2019.

Joko Widodo

Omong-omong soal partai, Jokowi adalah kader Partai Demokrasi Insonesia Perjuangan (PDIP). Namun kepentingan partainya tak pernah terbawa hingga dalam kantor maupun rumah dinasnya. Bahkan mungkin banyak rakyat yang tidak tahu partai pengusung Jokowi. Cara memimpin Jokowi lah yang membesarkan namanya. Dari situ, popularitasnya meroket tajam, alhasil partai pun kecipratan.

Jokowi terus menginspirasi banyak tokoh baru, yang kemudian dikenal memiliki kepiawaian yang baik dalam memimpin. Sebut saja Ridwan Kamil serta Tri Rismaharini. Walikota Bandung dan Surabaya ini pun namanya melambung setelah dinilai berhasil membawa daerahnya menjadi lebih baik. Sama seperti Jokowi, popularitas mereka berangkat dari kursi walikota, dan semoga terus berlanjut, terus bersih, dan terus berhasil.

Pak Jokowi, mungkin Bapak tidak akan membaca tulisan ini. Tapi semoga Bapak selalu sehat, cukup, dan bahagia, lahir dan batin. Rakyat bangga memiliki pemimpin seperti Bapak. Teruslah memimpin dengan hati dan tanpa kepentingan.

#2014TahunPemilu
#JanganGolput

Popular Posts